YUDHISTIRA MAYPRADANA JOURNAL

Yudhistira Journal & Experience

Tuesday, October 31, 2023

Spade New York

October 31, 2023 0

Tampil Memesona, Intip Keseruan Enzy Storia Saat Hadiri Presentasi Kate Spade New York Spring 2024

Sebagai perwakilan dari Indonesia, Enzy hadir dan mengikuti keseruan New York Fashion Week

Monday, October 16, 2023

Kualitas Udara DKI Jakarta Tidak Sehat Belakangan Ini

October 16, 2023 0



Jakarta - (15/10) Indeks kualitas udara DKI Jakarta berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Minggu pukul 06:20 WIB mencapai 160. Artinya, kualitas udara Ibu Kota masuk kategori tidak sehat. 


Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut pun mencatatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedelapan di dunia. Di atas Indonesia, ada Wuhan, Tiongkok, di urutan ketujuh yang memiliki AQI di angka 161. 


Negara dengan kualitas udara terburuk pertama di dunia adalah Kumpala, (Uganda) dengan angka 228. Posisi kedua yaitu Delhi (India) di angka 186; Dhaka, (Bangladesh) di angka 178; dan Dubai (Uni Emirat Arab) dengan AQI di angka 165.

Wednesday, September 13, 2023

Suku Baduy; Kesenian Berjualan dan Menenun Kain yang Membudaya

September 13, 2023 0

 

 Baduy Luar, 25 Mei 2023


Suku Baduy - Terletak di bagian barat provinsi Banten, Indonesia, Suku Baduy adalah kelompok masyarakat yang mempertahankan tradisi dan budaya mereka dengan penuh dedikasi. Mereka dikenal dengan gaya hidup sederhana yang mendalam, menjaga jarak dari dunia modern. Pagi yang cerah di desa Baduy Luar, masyarakat Baduy bersiap-siap untuk memulai harinya. Mereka adalah komunitas agraris yang menggantungkan hidup pada pertanian dan kerajinan. Pagi-pagi buta, para wanita Baduy berkumpul di balai menenun. Ini adalah tempat di mana seni menenun kain tradisional Baduy masih terus dilestarikan.

 

Menenun kain adalah kegiatan penting di kalangan wanita Baduy. Mereka menggunakan tenunan kayu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kain-kain berwarna alami dengan motif-motif tradisional mulai tercipta, menggambarkan kisah-kisah leluhur mereka. Sambil menenun, mereka saling berbagi cerita dengan teman-temannya. Sementara itu, di pasar lokal yang terletak tak jauh dari desa Baduy Luar, para pria Baduy membawa hasil pertanian mereka untuk dijual. Mereka membawa hasil pangan, buah-buahan, dan produk pertanian lainnya. Pasar ini adalah tempat penting untuk berinteraksi dengan masyarakat luar dan memasarkan produk-produk mereka.


Berbicara tentang menjual, salah satu produk ikonik Suku Baduy adalah madu hutan. Mereka adalah ahli dalam meramu madu dari lebah liar yang hidup di hutan-hutan sekitar mereka. Madu Baduy menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang untuk mengunjungi desa mereka. Selama berabad-abad, Suku Baduy telah mempertahankan identitas mereka dengan kuat. Mereka hidup di dalam wilayah terlarang, di mana akses masuk terbatas. Hal ini untuk melindungi kebudayaan dan tradisi mereka dari pengaruh luar yang mungkin mengancam.


Ketika matahari mulai tenggelam, para penduduk kembali ke desa mereka dengan senyum di wajah mereka. Berjualan bukan hanya tentang menghasilkan uang bagi mereka, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya dan kehidupan tradisional Baduy tetap hidup. Ini adalah cerminan dari bagaimana komunitas Suku Baduy Luar menemukan keseimbangan antara menjalani hidup sesuai tradisi mereka dan berpartisipasi dalam ekonomi modern yang berubah dengan cepat. Kisah Suku Baduy adalah pengingat tentang kekuatan budaya dan komunitas yang kuat. Meskipun hidup dalam sederhana, mereka terus menjaga keseimbangan antara modernitas dan warisan leluhur mereka. Dalam hal ini, Suku Baduy adalah contoh nyata dari bagaimana menjaga akar budaya yang kaya sambil tetap berpartisipasi dalam dunia yang terus berubah. 

        Dokumentasi 2023