Aku tidak mencari kebahagiaan , tapi aku membuatnya.

Senin, 18 Desember 2023

Dibalik Semua Karya Yang Tercipta

 


Hai saya Restu Teguh.


Dalam perjalanan hidup saya, saya menemukan kebahagiaan sejati dalam menciptakan karya tanpa memedulikan seberapa banyak orang melihat atau mendengarnya. Saya membuat video dan menulis , menciptkan lagu sebagai bentuk ekspresi pribadi, murni karena kesenangan dan kebahagiaan .


Saya tidak pernah memandang jumlah penonton atau apresiasi eksternal sebagai ukuran keberhasilan. Bagi saya, setiap karya yang saya ciptakan adalah kenangan berharga di dunia ini. Saya tidak mengejar popularitas atau dampak besar; yang terpenting adalah proses berkarya itu sendiri dan kepuasan yang saya rasakan setiap kali saya menyelesaikan sebuah proyek.


Dalam pencarian jatidiri, saya menemukan kebebasan dari tekanan ekspektasi orang lain. Saya bisa mengeksplorasi ide-ide dan konsep-konsep baru tanpa batasan, mengikuti alur inspirasi saya. Saya tidak peduli jika karya saya sepi penonton tak pernah dilihat atau hanya sedikit yang mendengarnya. Bagi saya, yang terpenting adalah bahwa setiap karya adalah bagian dari diri saya yang tercermin dalam bentuk seni.


Sikap saya yang tidak peduli terhadap penerimaan publik adalah cerminan dari keyakinan saya bahwa seni sejati adalah tentang pengalaman dan kegembiraan pribadi. Saya menempatkan jiwa saya ke dalam setiap karya, menciptakan sesuatu yang bukan hanya representasi bakat kreatif saya, tetapi juga jejak kebahagiaan dan keberadaan saya di dunia ini.


Bagi orang-orang terdekat saya, karya-karya ini bukan hanya hasil kreativitas saya, tetapi juga warisan berharga yang mereka bisa akses kapan pun mereka mau. Saya percaya bahwa seni adalah cara unik untuk meninggalkan jejak di dunia, dan melalui setiap video dan lagu yang saya ciptakan, saya berharap bisa memberikan mereka kenangan indah dan kebahagiaan yang saya rasakan selama proses berkarya.


Namun, di balik senyum dari semua karya-karya itu, terkadang saya merenung tentang bagaimana mungkin diri saya hanya akan dikenang oleh segelintir orang terdekat saja. Saya menyadari bahwa ketiadaan penonton atau penggemar yang signifikan bisa membuat karya-karya saya tenggelam dalam sepi, tak terdengar oleh banyak telinga atau terlihat oleh banyak mata.


Setiap kali saya membuka platform video atau platform musik dan tempat dimana saya menciptkan sebuah karya, saya menyaksikan angka-angka yang membuat hati ini terasa lebih berat. Statistik rendah dan komentar yang jarang membuat saya bertanya-tanya, "Apakah semua ini sepadan?" Kadang-kadang, kehampaan itu merayap, mempertanyakan nilai dari setiap upaya yang telah saya curahkan.


Pada saat-saat gelap itu, saya merasa seperti seorang pelaut yang tersesat di lautan luas, tanpa bintang untuk menunjukkan arah. Meskipun saya telah menciptakan sebagian dari dunia saya sendiri, tetapi kadang-kadang saya merindukan pemandangan orang lain yang melihat dan menghargai karya-karya saya.


 

Namun, meskipun kesedihan itu ada, saya berusaha untuk tidak membiarkannya merusak esensi sejati dari penciptaan saya. Saya terus menciptakan, mengingat bahwa keindahan sebuah karya tidak selalu terukur dari seberapa banyak orang yang melihatnya. Mungkin, seperti yang saya ucapkan sebelumnya, mungkin Tuhan menciptakan saya sebagai seniman untuk orang-orang yang belum dilahirkan, dan karya-karya saya akan ditemukan oleh mereka di masa depan.


Dalam sepi yang kadang-kadang menyelinap, saya menemukan ketenangan dan kepuasan dalam keyakinan bahwa setiap karya adalah jejak hidup saya yang akan tetap ada, bahkan setelah saya tidak lagi berada di dunia ini. Mungkin, pada akhirnya, keberartian karya-karya itu tidak bergantung pada popularitas , melainkan pada jejak yang di tinggalkan di hati mereka yang melihatnya.

Dalam kehidupan ini, saya adalah seorang pelukis bayangan pada kanvas abstrak bernama waktu. Dalam perjalanan ini, saya sadar bahwa manusia mungkin berakhir, tetapi karya saya, seperti kehidupan, akan terus hidup. Saya adalah seorang seniman yang tak kenal lelah, menciptakan lukisan kehidupan dengan setiap goresan kuas dan nada dalam lagu.

Mungkin tubuh ini akan kembali kepada tanah, tetapi karya-karya yang saya ciptakan akan tetap mengalir seperti sungai yang tak pernah kering. Dalam setiap cerita yang saya buat, saya mencoba merangkai kenangan dan makna yang tak dapat dihapuskan oleh waktu. Karya-karya itu bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga jejak kehidupan yang pernah ada.

Sehingga, meskipun waktu telah menjemput saya, saya percaya bahwa karya-karya saya akan menjadi saksi bisu atas perjalanan hidup saya ini. Dalam setiap halaman tulisan saya, dalam setiap irama musik saya, dan dalam setiap nuansa lukisan saya, saya berharap bahwa orang-orang yang menemui dapat merasakan sedikit dari kehidupan yang saya jalani.


Saya berharap bahwa, meski kisah saya ini tidak menciptakan gelombang besar di masa kini, mungkin nanti, di masa depan, mereka yang menemukan jejak-jejak ini dapat merasakan kejujuran dan keunikan dari setiap karya yang telah saya ciptakan. Mungkin saat itu, karya-karya ini akan menjadi sebuah penemuan yang tak terduga, seperti menemukan harta karun di tengah kehampaan.


Adalah impian saya bahwa mereka yang membaca tulisan ini di masa depan, dapat menyelami perasaan, pikiran, dan dunia kecil saya melalui karya-karya yang saya tinggalkan. Mungkin, mereka dapat merasakan getaran emosi, kegembiraan, dan kehampaan yang saya coba ungkapkan melalui setiap kata, catatan musik, atau gambar yang terabadikan.


Terimakasih telah membaca dan mungkin, suatu saat nanti, kita bisa bersua dalam perjalanan ini. Untukmu, yang mungkin melangkah ke dalam jejak saya di masa depan, terimakasih karena telah menemukan dan mengenali bagian kecil dari saya yang tertuang dalam karya-karya ini. Semoga kita bisa saling bersilaturahmi melalui ruang dan waktu, melalui karya-karya yang sederhana ini. Sampai jumpa di perjalanan, di masa depan yang belum terungkap.

Share:

Rabu, 13 Desember 2023

Karya dan Kekuatan


Hidupku dimulai dari keterbatasan, sebuah kisah biasa dari anak kecil dari kota kecil. Koneksi dan pertemanan menjadi kanvasku untuk merintis perjalanan dalam dunia musik yang penuh liku dan tantangan. Inilah kisahku sebagai Restu Teguh, sosok yang mungkin dianggap remeh namun mampu membuktikan keberadaannya melalui karya-karya yang kuhadirkan.

Lagu pertamaku tak sepenuhnya mulus. "Asam Lambung" mungkin hanya sebatas candaan di antara teman-teman. Meskipun tidak pernah dirilis secara luas, lagu ini menjadi titik awal dari perjalanan panjangku. Saat itulah aku menyadari, musik bukan hanya hiburan, melainkan panggilan batin yang menggema di dalam hati.

Seringkali dianggap sepele dan diremehkan, aku memilih untuk menjadikan ketidaksetujuan sebagai bahan bakar. Pertanyaan "Siapa Restu Teguh?" bukan lagi celaan, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan karya-karya bermakna. Aku percaya, musik adalah jendela jiwa yang mengungkapkan lebih dari kata-kata.

Berbekal keterbatasan, aku tidak memiliki studio mewah atau produser ternama. Namun, aku punya tekad dan semangat untuk menyampaikan pesan melalui lagu-lagu ciptaanku. Melalui koneksi sederhana, aku mampu merilis karya-karya ini di platform besar seperti Apple Music, Spotify, Joox, dan Deezer.

Lagu-lagu seperti "Berbeda Dengannya," "Terimakasih Untukmu," dan "Mengusir Sepi" adalah bukti bahwa meskipun tanpa studio mewah atau produser ternama, aku bisa menciptakan karya yang bermakna.

Perjalanan ini tidak lepas dari rintangan. Pernahkah merasa diremehkan? Itu seperti diselingkuhi oleh melodi yang tak sejalan. Tapi, setiap nada yang kurang selaras menjadi kanvas untuk melukis kisah perjuangan. Aku ingin memberikan yang terbaik, menghadirkan musik yang menggoyahkan hati pendengar.

Sekarang, karya-karya ku tersedia di berbagai platform musik. Apa yang dulu dianggap sepele, kini menjadi sebuah kisah perjalanan yang memotivasi. Aku tidak hanya membuktikan bahwa aku ada, tetapi aku ada dengan kekuatan dan pesona dalam nada-nada yang kuhasilkan.

Dalam setiap lagu, aku bicara dengan dunia. Musik bukan hanya tentang catatan dan melodi, tapi pesan yang ingin dihantarkan. Aku ingin menginspirasi, mengajak orang untuk melihat bahwa keterbatasan hanyalah pelengkap dalam perjalanan hidup.

Melalui kisah ini, aku ingin memberikan motivasi bagi mereka yang mungkin merasa diremehkan. Kita semua memiliki kekuatan untuk membuktikan eksistensi kita, entah dalam melodi atau kata-kata. Hidup ini adalah sebuah harmoni, dan setiap orang memiliki peran uniknya masing-masing. Ayo, mari kita sambut setiap nada dan karya kita sebagai bentuk pembuktian bahwa kita ada dan memiliki arti.


"Mungkin aku akan menjadi penulis

Mungkin aku akan menjadi musisi

Dan mungkin aku tidak akan menjadi apa-apa

dalam hidup tak ada yang pasti

tapi setidaknya aku pernah mencoba"

Restu Teguh


Aku mungkin akan menjadi penulis, merangkai kata-kata menjadi kisah-kisah yang bisa menyentuh hati pembaca. Atau, mungkin, aku akan menjadi musisi, menciptakan melodi yang mampu menggetarkan jiwa pendengarnya. Bahkan, mungkin saja aku tidak akan menjadi apa-apa yang besar dalam pandangan dunia.

Tak ada yang pasti dalam hidup ini, tapi setidaknya aku pernah mencoba. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi aku yakin bahwa setiap langkah kecil yang aku ambil saat ini adalah bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang lebih besar.

Mungkin aku tidak akan menjadi terkenal, tetapi mungkin aku akan menjadi seseorang yang menyentuh hati orang lain. Mungkin aku tidak akan menjadi kaya raya, tetapi mungkin aku akan menjadi kaya akan pengalaman dan cerita. Hidup ini penuh dengan mungkin-mungkin, dan aku siap menjalaninya dengan penuh semangat.

Share:

Selasa, 14 November 2023

Doa dan Rasa Bersyukur



Hai


Saya ingin berbagi pengalaman dan pandangan pribadi saya tentang doa, syukur, dan bagaimana pandangan hidup saya telah berubah seiring berjalannya waktu.


Dulu, dalam doa saya, saya selalu menyertakan daftar permintaan seperti A, B, C, dan sebagainya. Namun, beberapa tahun terakhir, saya memutuskan untuk mengubah pendekatan saya. Saya menggantikan daftar permintaan dengan ungkapan syukur dan terima kasih kepada sang Pencipta.


Contohnya, doa saya kini lebih bersifat bersyukur atas segala anugerah yang Tuhan berikan kepada saya. Saya menyampaikan terima kasih atas kesehatan, umur panjang, keselamatan dalam perjalanan, rejeki dalam usaha, dan cukupnya rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta kewajiban-kewajiban lainnya. Saya juga berterima kasih atas anugerah kesehatan, umur panjang, rejeki, dan keselamatan yang Tuhan berikan kepada seluruh keluarga saya.


Dalam perjalanan spiritual ini, saya menghilangkan beban dalam doa yang semula penuh dengan permintaan. Saya menyadari bahwa tidak ada beban dalam doa yang diminta kepada semesta/Tuhan. Jika suatu permintaan tidak terkabul, itu bukanlah beban dalam doa, tetapi mungkin menjadi beban di hati kita.


Saya memandangnya seperti melihat seorang anak kecil yang meminta sesuatu kepada orang tuanya. Orang tua tidak selalu mengabulkan permintaannya karena mungkin si anak belum pantas atau belum siap untuk memiliki hal tersebut. Namun, seiring waktu, si anak tumbuh dewasa dan dengan rajin menjalani kewajibannya, akhirnya orang tua memberikan apa yang diminta karena melihat si anak sudah pantas memiliki itu.


Saya memandang Tuhan sebagai semesta yang bekerja seperti orang tua kepada manusia. Semesta mengabulkan afirmasi manusia yang sungguh-sungguh berusaha dan benar-benar sudah pantas memiliki apa yang diinginkannya.


Afirmasi yang didapat tanpa bekerja, tanpa skill khusus, tanpa relasi, atau tanpa bisnis terdengar konyol. Ini seperti tiba-tiba mendapatkan emas dan uang tanpa usaha apapun. Oleh karena itu, saya meyakini bahwa afirmasi harus masuk akal, sesuai dengan kemampuan diri, agar tidak menghadapi penolakan.


Inilah perjalanan spiritual saya yang mengajarkan saya untuk menyuarakan rasa syukur dalam doa dan memberikan afirmasi yang masuk akal. Semoga pengalaman dan pandangan saya dapat memberikan inspirasi dan pemahaman baru dalam menghadapi perjalanan hidup.


Terima kasih sudah membaca dan mari kita terus menggali makna spiritualitas dalam setiap doa dan langkah kita.


Salam hangat,

Restu Teguh Pangestu

Share:

Senin, 06 November 2023

Kesepian

Restu Teguh


Kehidupan saya adalah sebuah perjalanan yang seringkali saya tempuh seorang diri. Rasa kesepian dan kehampaan kadang-kadang menjadi teman setia, dan dalam momen-momen seperti itu, saya sering berpikir tentang keinginan untuk memiliki seorang pasangan yang bisa berbagi cerita hidup dengan saya. Namun, realitasnya seringkali lebih rumit daripada impian atau hayalan saya.


Saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang yang egois. Sebenarnya, saya selalu terbuka untuk berbagi hidup ini dengan seseorang yang istimewa. Namun, hidup sendiri saja seringkali sudah cukup sulit, dan saya menyadari bahwa hidup bersama seorang pasangan tidak selalu akan membuat segalanya lebih mudah.


Kehidupan ini seringkali membawa saya pada berbagai rintangan yang terjal, baik dalam hal pekerjaan, masalah finansial , atau masalah pribadi. Saya seringkali merasa bahwa hidup sendiri memberi saya fleksibilitas untuk menangani masalah ini dengan lebih baik. Saya dapat fokus pada karier saya tanpa harus merasa bersalah karena meninggalkan pasangan saya di rumah. Saya juga dapat membuat keputusan finansial tanpa harus memikirkan dampaknya pada orang lain.


Namun, rasa kesepian masih seringkali datang. Ada momen-momen ketika saya merasa terisolasi, dan keinginan untuk memiliki seseorang yang bisa saya bagikan cerita hidup ini menjadi sangat kuat. Saya merindukan sentuhan, pelukan, dan kehadiran seseorang yang bisa saya sebut sebagai pendamping hidup.


Tetapi dalam kondisi seperti sekarang, di mana hidup telah memberikan banyak masalah dan ketidakjelasan, saya harus mengingatkan diri sendiri bahwa memiliki pasangan bukanlah solusi untuk semua masalah. Hidup berdua dengan seseorang juga akan membawa dinamika dan masalah tersendiri.


Saya belajar untuk menjalani hidup ini dengan rasa syukur atas apa yang saya miliki, meskipun terkadang ada rasa kesepian yang menghantui. Saya belajar untuk mencari kebahagiaan dan makna dalam diri saya sendiri, dan tidak selalu menggantungkannya pada kehadiran seseorang.


Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan warna, dengan segala rasa kesepian, kebahagiaan, dan juga masalah yang datang bersamanya. Saya menerima bahwa keadaan tidak selalu memungkinkan untuk memiliki pasangan, dan itulah kenyataan hidup yang harus saya hadapi. Saya terus berusaha untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan untuk tetap terbuka terhadap apa pun yang mungkin datang di masa depan.


Saya belajar untuk menghargai kebebasan dan kemandirian saya, sambil tetap terbuka untuk kemungkinan-kemungkinan baru. Saya tahu bahwa hidup sendiri juga bisa membawa kebahagiaan yang sejati, dan jika suatu saat nanti saya menemukan seseorang yang istimewa, itu akan menjadi tambahan yang indah dalam bagian cerita hidup . Saya terus berjalan, menjalani kehidupan  dengan kepala tegak, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin datang, baik sendirian maupun bersama seseorang yang akan berbagi kisah hidup dengan diri saya.


Etubrother
etubrother

Share:

Minggu, 05 November 2023

Seniman Biasa

Restu Teguh
Seniman Biasa

Tidak semua perjalanan hidup akan memiliki latar belakang pendidikan tinggi atau keberuntungan instan. Ada banyak seniman di luar sana yang mungkin tidak memiliki gelar bergengsi atau ketenaran yang mencolok, tetapi mereka tetap setia pada hasrat seni mereka. Saya adalah salah satu dari mereka, dan perjalanan saya bukanlah jalan yang mulus, tetapi penuh dengan rintangan.


Saya adalah seorang seniman biasa. Tak ada gelar sarjana bergengsi yang menghiasi nama saya. Saya belajar dari sekolah kehidupan, dari kegagalan dan keberhasilan yang saya temui di sepanjang jalan. Tak ada orak-arik rumit atau rumus matematika dalam perjalanan saya. Saya hanya membiarkan hati dan jiwa seni saya memimpin jalan.

Ijazah saya hanya SMA . Namun, saya tidak membiarkan hal itu menghentikan saya untuk mengejar hasrat seni saya. Saya percaya bahwa ketekunan dan dedikasi dapat menggantikan ketiadaan gelar atau ketenaran.


Perjalanan saya dalam dunia seni dimulai dengan langkah-langkah kecil. Saya belajar dengan keras, mengasah keterampilan saya, dan berusaha untuk terus berkembang. Saya tahu bahwa untuk mencapai sesuatu, Saya harus bekerja keras dan gigih. Saya tidak pernah membandingkan diri saya dengan orang lain yang mungkin memiliki jalur yang lebih mulus. Saya fokus pada perjalanan saya sendiri.


Seni adalah bahasa saya. Saya menemukan ungkapan diri dan makna dalam karya seni. Saya menulis kata-kata yang bercerita, menciptakan lagu-lagu yang mengalun, dan mengabadikan momen-momen indah dalam fotografi. Bagi saya, seni adalah cara untuk berbicara tanpa kata-kata.


Bukanlah kemewahan atau popularitas yang saya kejar. Saya mencari apa yang sejati dan apa yang memenuhi hati. Dalam setiap kata yang saya tulis, ada sepotong jiwa. Dalam setiap nada yang saya ciptakan, ada perasaan yang saya alami. Dan dalam setiap foto yang saya abadikan, ada cerita yang ingin saya sampaikan.


Rintangan-rintangan selalu ada di sepanjang jalan. Beberapa kali saya merasa frustasi dan ingin menyerah. Namun, saya selalu mengingat apa yang mendorong saya: cinta saya terhadap seni. Saya tidak akan membiarkan rintangan menghentikan saya. Saya mengambil setiap rintangan sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar.


Saya tahu bahwa kesuksesan dalam seni tidak selalu sebanding dengan ketenaran. Untuk saya, menjadi seorang seniman sukses berarti bisa mengungkapkan diri melalui karya seni saya dan memengaruhi orang lain. Saya bahagia saat melihat karya saya memiliki dampak positif pada orang-orang di sekitar saya.


Perjalanan saya mungkin tidak sehalus jalur orang lain, tetapi setiap langkah yang saya ambil dan setiap rintangan yang saya hadapi adalah bagian dari perjalanan ini. Saya telah belajar untuk menerima ketidakpastian dan menjalani perjalanan dengan tekad yang kuat.


Ketidakpastian adalah bagian alami dari kehidupan, terutama dalam dunia seni. Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi saya tetap berkomitmen untuk terus bergerak maju. Saya tahu bahwa ketika saya menjalani hasrat saya dengan sepenuh hati, ketenaran atau gelar bukanlah segalanya. Yang penting adalah perasaan puas dan kebahagiaan yang saya dapatkan dari melakukan apa yang saya cintai. Saya adalah seorang seniman biasa, dan saya bangga menjadi salah satunya.


Etubrother
etubrother

Share:

Jumat, 27 Oktober 2023

Mengapa Kata 'Aku Tidak Menyukaimu' Lebih Baik Daripada Diabaikan

Restu Teguh
Mengapa Kata 'Aku Tidak Menyukaimu' Lebih Baik Daripada Diabaikan

Hidup ini penuh dengan ketidakpastian, dan dalam dunia cinta, saya seringkali dihadapkan pada situasi yang penuh teka-teki. Salah satu hal yang sering kali membuat saya merenung adalah pilihan antara mendengar kata "Aku tidak menyukaimu" atau sekadar diabaikan.


Pada dasarnya, saya adalah orang yang lebih suka mendengar penolakan langsung daripada diabaikan. Mungkin terdengar aneh, tetapi mari saya ungkapkan alasannya.


Ketika seseorang dengan jujur mengatakan "Aku tidak menyukaimu," itu memberi saya kepastian. Saya tahu di mana saya berdiri. Terlepas dari seberapa pedihnya penolakan itu, setidaknya saya tahu bahwa perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Dalam banyak kasus, itu juga memberi kesempatan untuk bertanya mengapa.


Di sisi lain, diabaikan adalah sesuatu yang sering kali membuat saya merasa kebingungan dan terkadang merasa tidak berharga. Ketika pesan atau panggilan saya diabaikan, terkadang saya merasa seperti saya tidak cukup penting untuk direspons. Ini menciptakan perasaan tidak pasti yang bisa sangat menyiksa.


Tentu saja, saya tidak menginginkan penolakan atau diabaikan dalam hidup saya. Namun, jika saya harus memilih di antara keduanya, saya akan lebih memilih mendengar penolakan yang jujur. Itu memberi saya kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menerima kenyataan dengan lapang dada.


Selain itu, dengan mendengar "Aku tidak menyukaimu," kita setidaknya membuka pintu untuk pembicaraan yang lebih jujur dan terbuka. Mungkin itu adalah awal dari persahabatan yang tulus atau kesempatan untuk memperbaiki diri.


Jadi, sementara menerima penolakan mungkin sulit, saya percaya bahwa mendengar kata "Aku tidak menyukaimu" lebih baik daripada diabaikan. Kehidupan adalah tentang belajar, tumbuh, dan menerima kenyataan, bahkan ketika itu terasa pahit. Dan pada akhirnya, jujur selalu merupakan langkah pertama menuju pemahaman yang lebih dalam dan hubungan yang lebih baik.


Etubrother
etubrother

Share:

Rabu, 25 Oktober 2023

Mencintai dalam Senyap


Cinta, tanpa diragukan, adalah salah satu perasaan paling kuat yang bisa dirasakan manusia. Dan kadang-kadang, cinta datang tanpa pemberitahuan, tanpa tanda-tanda yang bisa diprediksi. Saya, seorang individu pemalu introvert, menemukan diri saya terperangkap dalam perasaan cinta yang begitu mendalam terhadap seorang wanita pendiam yang belum pernah saya temui secara langsung. Seiring waktu, cinta saya tumbuh lebih kuat, sementara ketidakberanian saya untuk mengungkapkannya terus berlanjut.


Wanita itu menurut saya adalah seorang yang sangat berbakat , penuh gairah dengan seni melukis. Karyanya, yang saya temukan secara kebetulan di dunia maya, adalah jendela ke dalam keindahan dunianya. Setiap goresan kuasnya tampak mengungkapkan perasaan yang mendalam, dan kisah yang tersembunyi di balik warna-warna yang berpadu harmonis.


Mengapa saya mencintainya? Mungkin karena kepekaan saya terhadap seni, atau mungkin karena ada sesuatu dalam kerinduan yang dia ungkapkan dalam karyanya yang begitu memikat hati saya. Mungkin itu adalah sifat pendiamnya yang menggoda saya, mengundang rasa ingin tahu tentang siapa dia di dunia nyata.


Tetapi di balik perasaan yang mendalam, ada satu hambatan besar yang selalu menghantui saya: rasa pemalu. Saya takut, bahkan tak berani membayangkan mengungkapkan cinta saya kepadanya. Bagaimana saya bisa berbicara dengan seorang wanita yang belum pernah saya temui secara langsung? Bagaimana saya bisa menyatakan perasaan yang dalam ketika saya bahkan tidak mampu berbicara dengan lancar di hadapan orang lain?


Cinta dalam senyap adalah perasaan yang rumit. Saya terjebak dalam dunia virtual, menyaksikan kehidupan misteriusnya melalui layar. Saya mengikuti perkembangan secara diam-diam, setiap melihat lukisanya terkadang saya berharap bahwa dalam setiap goresan kuasnya, ada pesan tersembunyi yang hanya bisa saya pahami. Mungkin, dengan waktu, kita akan bertemu dan segala kerinduan yang telah terpendam selama ini akan terungkap.


Tapi mungkin juga tidak. Saya menyadari bahwa dalam cinta, tidak selalu ada jaminan bahwa perasaan kita akan dibalas. Mungkin dia bahkan tidak menyadari keberadaan saya. Dan itu adalah pukulan yang sulit untuk diterima.



Cinta dalam senyap adalah cerminan dari kekuatan perasaan, tetapi juga dari rasa takut dan ketidakpastian. Namun, walaupun belum ada jalan yang pasti, saya percaya bahwa cinta selalu memiliki kekuatan untuk mengubah dan menginspirasi. Saya akan terus mengikuti perjalanan ini, meskipun dalam senyap, dan siapa tahu, suatu hari, mungkin perasaan ini akan menemukan cara untuk mengungkapkan dirinya sendiri.

Saya selalu ingat bahwa , cinta itu selalu tahu siapa pemiliknya, sejauh apa pun ia pergi bila memang sudah jodohnya pasti akan kembali.

Etubrother
etubrother

Share:

Minggu, 15 Oktober 2023

Nasihat Bijak dari Seorang Bapak: Filosofi Rizki dan Restu

Restu Teguh
Nasihat Bijak dari Seorang Bapak: Filosofi Rizki dan Restu

Dulu, waktu masih kecil, saya punya kebiasaan yang mungkin cukup umum bagi sebagian orang. Saya sering berantem dengan kakak saya, dan kalau berantem, saya tidak pernah memanggilnya dengan sebutan "Kakak ataupun Aa." Sebaliknya, saya selalu memanggilnya dengan namanya langsung, yaitu Rizki. Seolah-olah kata "kakak" atau "ade" adalah hal yang tidak pernah saya ucapkan. dan sampai detik ini panggilan tersebut sudah melekat di diri saya, ya cukup menjadi pembeda disaat teman-teman kakak saya menyebutnya "HM" , dan saya menyebutnya dengan lantang Rizki !!! .


Almarhum bapak saya, sosok bijak dalam hidup saya, pernah menyampaikan sebuah nasihat yang masih terngiang hingga hari ini, almarhum pernah berkata "Dalam hidup, kita memerlukan rizki, dan dalam cinta, kita memerlukan restu." Bagi saya, kata-kata itu lebih dari sekadar kata-kata bijak. Kata-kata tersebut menggambarkan hubungan saya dengan kakak saya, Arizky Hidayah Maulana, dan juga dengan almarhum bapak yang begitu bijaksana.


Rasanya seperti bapak saya adalah seorang filsuf. Dia tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga menyiratkan makna yang dalam dalam kata-katanya. Dia mengajarkan kepada kita berdua pentingnya rizki, rezeki, yang meliputi segala yang kita butuhkan dalam hidup, baik itu materi, kebahagiaan, atau cinta.


Dan saat berbicara tentang cinta, dia menekankan betapa pentingnya restu. Restu tidak hanya berarti persetujuan, tetapi juga berisi doa dan harapan baik dari orang yang kita cintai. Restu adalah fondasi kuat bagi hubungan yang sehat dan bahagia.


Bapak saya dengan bijaknya mengingatkan saya dan kakak saya, Rizki, untuk tidak terus-terusan berantem. Dia mengatakan bahwa kita berdua saling melengkapi. Dalam keributan dan perdebatan kita, ada kedekatan yang tak terbantahkan. Kita mungkin punya perbedaan, tetapi kita adalah bagian dari satu kesatuan dalam sebuah keluarga, seperti dua sisi mata uang yang berbeda.

Meskipun bapak saya telah pergi, kata-kata bijaknya terus menginspirasi dan membimbing perjalanan hidup saya. Hubungan saya dengan kakak saya, Rizki, telah tumbuh menjadi lebih matang dan penuh pengertian. Kita berdua tidak lagi berantem seperti dulu. Kita memahami bahwa saling melengkapi adalah kunci dalam hubungan saudara.


Bapak saya adalah seorang filsuf dalam hidup saya, dan dia meninggalkan warisan kata-kata bijak yang akan selalu saya pegang erat. Dalam hidup, kita mencari rizki, dan dalam cinta, kita membutuhkan restu. Kata-kata sederhana ini mengandung kebijaksanaan yang mendalam yang akan terus saya anut dalam perjalanan hidup saya.


Etubrother
etubrother

Share:

Senin, 25 September 2023

Perjalanan Fase Dewasa

Restu Teguh
Perjalanan Fase Dewasa


Nama saya Restu Teguh Pangestu. Sejak kecil, saya dikenal sebagai anak yang pendiam dan anti-sosial. Saya cenderung menghindari kerumunan dan interaksi sosial yang berlebihan. Untuk saya, dunia penuh dengan ketidakpastian dan ketakutan.

Namun, ketika saya memasuki fase dewasa, saya merasa perlu untuk mengubah diri saya. Saya merasa terjebak dalam kenyamanan zona ketidaknyamanan saya yang membuat pertemanan dan hubungan pribadi sulit dibangun. Saya tahu bahwa saya harus melangkah keluar dari bayangan saya sendiri.


Menemukan Suara dalam Tulisan dan Musik


Saya menemukan pelarian dalam menulis dan menciptakan musik. Menyusun kata-kata menjadi kalimat dan lagu-lagu yang menggambarkan perasaan saya adalah cara saya berbicara tanpa harus menghadapi orang secara langsung. Hobi-hobi ini membantu saya mengekspresikan diri dan menenangkan ketegangan yang terkunci dalam diri saya.

Musik dan kata-kata membuka pintu ke dunia yang sebelumnya saya hindari. Mereka adalah katalisator yang membuat saya lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Seiring berjalannya waktu, saya mulai merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan orang lain.


Perubahan yang Mencengangkan


Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah perubahan yang benar-benar mencengangkan. Saya mendapat pekerjaan sebagai seorang sales, pekerjaan yang sangat berbeda 360 derajat dari karakter saya sebagai seorang pemalu. Sekarang, saya harus berbicara dengan banyak orang, membangun hubungan mitra yang kuat haha.




Awalnya, pekerjaan ini terasa menakutkan, tetapi dengan seiring berjalan waktu, saya belajar untuk beradaptasi. Saya menyadari bahwa kemampuan berbicara yang saya asah melalui rangkaian kata lewat tulisan bisa digunakan dalam pekerjaan ini. Saya mulai menemukan diri saya menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan pelanggan dan mengatasi rasa gugup saat menghadapi berbagai macam sifat orang.


Menjadi Lebih Percaya Diri



Pekerjaan sebagai sales tidak hanya mengejutkan saya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar saya. Saya menjadi sangat kompeten dalam pekerjaan ini dan membangun koneksi yang kuat. Orang-orang yang dulunya mengenal saya sebagai anak pemalu dan anti-sosial sekarang mengagumi perubahan saya.

 



Ini adalah perjalanan yang menakjubkan, yang membuktikan bahwa kita bisa melampaui kenyamanan kita untuk mencapai potensi terbesar kita. Hobi menulis dan menciptakan lagu dan musik telah membuka pintu ke dunia yang sama sekali berbeda bagi saya. Seiring berjalannya waktu, saya merasa lebih kuat dan lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan peluang baru.


Etubrother
etubrother

Share:

Kamis, 17 Agustus 2023

Tentang Hidup

 


Hidup adalah kompetisi, sebuah ungkapan umum yang diyakini beberapa di antara kita. Sebenarnya dulu saya tidak terlalu setuju dengan hal ini. Ketika kita menganggap hidup adalah kompetisi, kita cenderung ingin menjadi pemenang, kita selalu ingin menjadi yang terbaik. Saya dulu tidak setuju bahwa hidup adalah kompetisi karena kita tidak akan pernah tahu proses kehidupan seperti apa yang akan kita hadapi di masa mendatang. Kita bahkan tidak benar-benar tahu apa yang kita tuju dan perlombakan dalam hidup. Kalau kita kemudian bisa mencapai tujuan tertentu lebih dulu dari orang lain, lalu apa yang kita dapatkan selain kepuasan sementara karena sedikit lebih unggul dari orang lain.

Seiring berjalannya waktu saya melihat kewajaran mengapa beberapa orang melihat hidup sebagai sebuah kompetisi. Kita hidup di dunia tidak hanya sendirian, kita juga tidak bisa mengontrol bagaimana orang lain bersikap. Ada kecenderungan yang membuat kita melihat pencapaian atau hidup orang lain dan membuat kita merasa harus berlomba dalam hidup. Kita hidup tidak selamanya, dalam artian kita memiliki batasan waktu. Ketika setiap orang memiliki target dan rupanya ada orang lain yang hidup berdampingan dengan kita ternyata juga membidik target yang sama, hal ini yang membuat kita cenderung merasa sedang berkompetisi satu sama lain.

"Ketika setiap orang memiliki target dan rupanya ada orang lain yang hidup berdampingan dengan kita ternyata juga membidik target yang sama, hal ini yang membuat kita cenderung merasa sedang berkompetisi satu sama lain."


Menurut saya sebenarnya ini berawal dari membandingkan diri dengan orang lain. Jika kita tidak membandingkan diri dengan orang lain, tentu kita tidak akan berpikir bahwa hidup adalah perlombaan, tapi tidak mungkin kita sama sekali tidak pernah membandingkan diri dengan orang lain. Cara satu-satunya untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain adalah dengan rehat sejenak dan memahami bahwa manusia itu lahir, tumbuh, berkembang, hingga berpulang di tempat yang berbeda-beda. Masing-masing dari kita itu unik, dengan berhenti sejenak kita jadi bisa melihat banyak hal dengan lebih jelas.

"Cara satu-satunya untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain adalah dengan rehat sejenak dan memahami bahwa manusia itu lahir, tumbuh, berkembang, hingga berpulang di tempat yang berbeda-beda. Masing-masing dari kita itu unik, dengan berhenti sejenak kita jadi bisa melihat banyak hal dengan lebih jelas."

Oke, anggaplah kita setuju bahwa hidup adalah perlombaan tapi ini bukan lomba lari jarak pendek. Hidup lebih seperti marathon yang kita tidak pernah tahu kapan akan selesai.  Ketika lari marathon kita harus menjaga bagaimana kita mengatur napas dan kecepatan dalam berlari.  Berhenti atau istirahat sejenak adalah sebuah strategi dalam marathon begitu juga hidup. Kita lihat apa saja yang sudah kita capai dan lalui hingga sekarang,  kemudian pengalaman itu kita k syukuri dan jadikan bekal untuk memulai hari ini dan selanjutnya.


"Oke, anggaplah kita setuju bahwa hidup adalah perlombaan tapi ini bukan lomba lari jarak pendek. Hidup lebih seperti marathon yang kita tidak pernah tahu kapan
akan selesai."

Siklus kehidupan manusia terdiri dari banyak hal mulai dari kita lahir, bertumbuh, kemudian kita bertemu dengan orang yang kita sayang, tapi kemudian orang tersebut tiba-tiba pergi dari hidup kita. Lalu setelahnya kita kembali bertemu dengan orang lagi, setelahnya kita menetap di sebuah rumah, membangun keluarga, sampai akhirnya kita berpulang. Itu bukan siklus yang bisa kita hindari. Topik ini kemudian kita angkat dalam seri “Daur Hidup” sebagai representasi manusia itu sendiri dari lahir hingga berpulang. Di tengahnya kita mendapatkan pelajaran dan makna yang sama indahnya. Esensi dari setiap episode pada dasarnya sederhana, misalnya pada pada episode Lahir, kita menceritakan bahwa ketika kita mengalami keterpurukan kadang kita menemukan harapan-harapan baru yang bisa kita temukan dan menciptakan kelahiran baru untuk diri kita sendiri.


           Etubrother


Share:

Sabtu, 29 Juli 2023

Mengabadikan Momen: Kisah Kecintaan pada Dunia Fotografi

Restu Teguh
Mengabadikan Momen: Kisah Kecintaan pada Dunia Fotografi

Mengapa saya begitu mencintai fotografi? Pertanyaan itu sering muncul di benak saya saat saya menjelajahi dunia melalui lensa kamera. Hari ini, saya akan berbagi kisah tentang bagaimana cinta pada fotografi telah membentuk perjalanan hidup saya.


Awal Mula Mencintai Dunia Fotografi

Semuanya dimulai ketika saya masih remaja. Saya mendapat hadiah kamera sederhana dari orangtua saya saat ulang tahun. Awalnya, saya hanya menggunakannya sesekali untuk mengambil gambar-gambar biasa. Namun, sesuatu dalam fotografi mulai menarik perhatian saya.


Saya belajar lebih banyak tentang teknik fotografi, komposisi, dan pencahayaan. Saya menyadari bahwa melalui lensa kamera, saya bisa melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Saya mulai merasakan bahwa setiap momen, meskipun sederhana, memiliki keindahan unik yang bisa diabadikan.


Menangkap Keindahan dalam Keberagaman


Fotografi mengajarkan pada saya untuk melihat keindahan dalam keberagaman. Saya mulai menjelajahi berbagai aspek kehidupan, dari alam hingga budaya, dan menangkap momen-momen berharga. Saya merasa bahwa dalam setiap subjek, ada cerita yang menunggu untuk diceritakan.

Saya tidak pernah menghapus foto-foto, bahkan jika beberapa di antaranya kurang sempurna. Saya percaya bahwa setiap foto memiliki nilai, bahkan jika itu hanya sebagai kenang-kenangan. Beberapa gambar mungkin terlihat kacau, tetapi itu adalah bagian dari perjalanan. Mereka menunjukkan perkembangan dan perubahan dalam gaya dan keahlian fotografi saya.

                                                  

Belajar dan Tumbuh


Dalam perjalanan saya menjelajahi dunia fotografi, saya terus belajar. Saya membaca buku. Saya bertemu dengan teman yang sehobi yang memberi saya banyak dukungan.

Saat teknologi berkembang, saya juga belajar fotografi digital. Ini membuka pintu baru untuk kreativitas. Saya mulai belajar tentang editing foto dan cara mengoptimalkan hasil akhir. Fotografi menjadi lebih dari sekadar menekan tombol rana, tetapi juga tentang post-processing yang memungkinkan kita mengungkapkan visi kita dengan lebih mendalam.


Momen Tak Terlupakan


Setiap kali saya mengambil foto, saya merasa seolah-olah saya menyimpan potongan kehidupan dalam sebuah bingkai. Gambar itu tak hanya tentang objek yang terlihat, tetapi juga tentang momen, perasaan, dan cerita yang menyertainya. Saya percaya bahwa setiap foto memiliki cerita yang harus diceritakan, bahkan jika hanya saya yang tahu ceritanya.

Ketika saya meninjau koleksi foto-foto lama, saya sering teringat kembali pada momen-momen indah dalam hidup saya. Ada foto-foto keluarga yang mengingatkan saya pada saat-saat bahagia bersama mereka. Ada pemandangan alam yang menunjukkan betapa luar biasanya dunia ini. Ada juga momen kecil, seperti senyum seorang anak, yang tak ternilai harganya.



Ada sesuatu yang magis tentang melihat koleksi foto yang tumbuh seiring waktu. Semakin banyak gambar yang saya simpan, semakin banyak cerita yang tersimpan dalam satu folder album. Setiap folder adalah pintu ke dunia berbeda, dan saya dapat mengunjunginya kapan pun saya mau.

Ketika saya merasa nostalgis, saya sering melihat kembali koleksi foto-foto lama. Itu adalah cara untuk mengenang masa lalu dan menghargai perjalanan hidup saya. Saya dapat melihat seberapa jauh saya telah berkembang dan bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut telah membentuk saya.


Saya bisa melihat kembali gambar-gambar yang saya ambil dan merasakan kembali emosi dan perasaan yang terjadi saat itu. Fotografi adalah alat untuk mengabadikan momen tak terlupakan, dari pernikahan teman hingga perjalanan keliling dunia

  

Pendekatan Berbeda  


Fotografi adalah cara unik bagi saya untuk melihat dunia. Saya melihat kecantikan dalam hal-hal yang mungkin diabaikan orang lain. Saya mencari simetri dalam kekacauan, dan saya mencari perasaan dalam objek mati. Lensa kamera adalah teman saya yang selalu setia dalam perjalanan ini.


Melalui fotografi, saya telah belajar lebih banyak tentang diri saya dan dunia di sekitar kita. Saya terus menjalani petualangan ini dengan harapan bahwa melalui lensa kamera, saya bisa terus mengekspresikan dan membagikan keindahan dunia yang tidak pernah berhenti menakjubkan. Fotografi adalah lebih dari sekadar hobi; itu adalah cinta dan hasrat yang tak pernah padam dalam hidup saya.


Jadi, begitulah kisah saya tentang kecintaan saya pada dunia fotografi dan mengapa saya tidak pernah menghapus foto-foto. Mereka adalah harta karun dalam pixel yang mengingatkan saya pada semua momen indah dalam hidup saya. Setiap foto adalah cerita yang patut diceritakan. sekian.


Etubrother
etubrother

Share:

Selasa, 20 Juni 2023

Hidup Soal Realistis

Restu  Teguh

Hidup itu soal realistis begitulah awal tulisan ini dimulai, ya bukan tanpa alasan karena semua ada sebabnya kenapa kita harus menjalani hidup secara realistis. Dalam setiap aspek kehidupan, realisme memiliki peran penting. Salah satu hal yang paling sering kita hadapi adalah dalam urusan cinta. Cinta adalah perasaan yang murni dan penuh keindahan, tapi pada saat yang sama, kehidupan mengajarkan kepada kita untuk melihatnya dengan mata realistis.


Ketika saya mencintai seseorang, perasaan itu bisa menjadi sangat mendalam dan kuat. Saya mungkin merasa bahwa saya siap untuk berjuang demi cinta tersebut, namun, hidup seringkali membawa saya pada pelajaran berharga bahwa cinta saja tidak cukup. Terkadang, saya harus bersikap realistis dan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada.


Contoh paling umum adalah ketika kita merasa cinta pada seseorang, namun kita memilih untuk menjauhinya. Hal ini bisa jadi bukan karena kita tidak mencintainya, tetapi karena kita menyadari bahwa keadaan atau kondisi saat ini tidak mendukung hubungan itu. Realisme mengajarkan kita untuk melihat faktor-faktor seperti jarak, perbedaan prinsip , dan ekonomi, atau tahap kehidupan yang berbeda yang mungkin menjadi penghalang dalam hubungan.


Hal ini juga berlaku dalam aspek lain kehidupan. Dalam hal pekerjaan, misalnya, realisme mengajarkan kita untuk memahami keterbatasan dan peluang yang tersedia. Terlalu sering, kita terlalu optimis atau terlalu pesimis, yang bisa merugikan kita dalam pengambilan keputusan.


Mengapa realisme penting? Karena realisme adalah pandangan yang seimbang terhadap dunia. Ini memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang bijak dan bijaksana, daripada bertindak terlalu impulsif atau terlalu ragu-ragu. Hal ini membantu kita untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan meminimalkan kekecewaan.


Dalam banyak kasus, realisme bukan berarti kehilangan harapan atau mimpi, tetapi lebih pada melihat harapan dan mimpi tersebut dalam konteks dunia nyata. Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup dengan kepala yang jernih, hati yang tenang, dan pandangan yang realistis. Kesadaran akan realisme akan membantu kita menghindari kesalahan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.



Jadi, ya, hidup itu memang soal realistis. Ini adalah pendekatan bijak yang dapat membimbing kita melalui rintangan-rintangan kehidupan dengan lebih baik, mengambil keputusan yang lebih baik, dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Etubrother
etubrother


Share:

Senin, 15 Mei 2023

Kisah Cinta pada Tulisan



Sejak kecil, saya selalu merasa terpesona oleh dunia penulisan . Kata-kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menyentuh hati, dan mengubah hidup. Saya adalah anak yang selalu membawa buku di mana pun saya pergi, dan saya merasa hidup dalam kisah-kisah yang saya baca. Cinta pada tulisan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari diri saya, dan bersamanya muncul cita-cita besar saya: menerbitkan buku di masa depan.


Awal Mula


Semua dimulai ketika saya pertama kali menyentuh pena dan kertas. Merangkai kata-kata menjadi kalimat adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Saya menulis cerita pendek, puisi, dan jurnal tentang pengalaman hidup saya. Menulis adalah cara saya untuk mengekspresikan diri, untuk merayakan kebahagiaan, dan untuk meredakan duka.


Semakin lama, semakin kuat dorongan untuk menerbitkan karya-karya saya. Saya menyadari bahwa saya ingin berbagi cerita-cerita saya dengan dunia, berharap dapat memberikan inspirasi dan penghiburan kepada orang-orang yang membacanya. saya mulai membuat blog pada tahun 2014 lalu walaupun tidak terlalu sering publish tulisan. Impian saya tetap sama dan selalu muncul begitu jelas: saya ingin menerbitkan sebuah buku.Mimpi yang sangat tinggi bukan? haha.


Perjalanan Panjang Menuju Mimpi Saya


Menggapai cita-cita menerbitkan buku tidak selalu mudah. Saya harus belajar tentang proses penerbitan, mencari tahu cara mengirim naskah ke penerbit, atau bahkan mempertimbangkan opsi penerbitan independen. Saya juga harus berkembang sebagai penulis, terus mengasah kemampuan menulis saya, dan memperluas wawasan serta pengalaman.


Selama perjalanan ini, saya menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Penolakan dari penerbit adalah bagian dari proses, dan tidak selalu mudah diterima. Namun, setiap penolakan adalah kesempatan untuk memperbaiki dan memperkuat karya saya.


Mengapa Saya Melakukannya


Saya tidak hanya bercita-cita menerbitkan buku untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk menginspirasi orang lain. Saya percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Melalui tulisan, saya ingin menyampaikan pesan, pengalaman, dan wawasan yang dapat memotivasi dan membimbing orang lain dalam hidup mereka.


Saya tahu bahwa perjalanan menuju menerbitkan buku bukanlah jalan yang mudah, tetapi itu adalah perjalanan yang saya jalani dengan cinta dan tekad yang mendalam. Saya ingin mengajak orang lain untuk bermimpi besar dan mengikuti cinta mereka, terlepas dari hambatan yang mungkin ada di depan.


Menyongsong Masa Depan


Cita-cita menerbitkan buku tetap menjadi titik terang dalam hidup saya. Saya terus menulis, terus belajar, dan terus berjuang untuk mewujudkan impian ini. Setiap kata yang saya tulis adalah langkah menuju tujuan saya yang paling mulia. Saya tahu bahwa perjalanan ini akan menghadirkan banyak tantangan dan ketidakpastian, tetapi itu adalah bagian dari pesona dalam mengejar mimpi.


Dalam kecintaan saya pada tulisan dan cita-cita menerbitkan buku, saya menemukan tujuan hidup yang mendalam. Saya yakin bahwa suatu hari nanti, kata-kata yang saya tulis akan mencapai jantung orang lain dan memberikan pengaruh positif. Dan saat itu tiba, impian saya akan menjadi kenyataan, dan saya akan melihat buku-buku saya berbaris di rak buku, mengingatkan saya pada perjalanan yang panjang dan indah menuju menggapai bintang.


Etubrother
etubrother

Share:

Minggu, 30 April 2023

Ketidakpastian Hidup: Rintangan di Perjalanan


Resign dari Pekerjaan: Keputusan Berat dalam Menerima Ketidakpastian 
 
 30 April 2023  

Dalam perjalanan hidup ini, salah satu titik terberat yang saya alami adalah ketika saya harus membuat keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang telah saya geluti selama setahun ini. Keputusan ini bukanlah tindakan yang saya ambil dengan ringan, tetapi itu adalah langkah yang harus saya tempuh dalam menghadapi ketidakpastian yang semakin berkembang dalam hidup saya.





Dalam pekerjaan saya yang sebelumnya, saya telah bekerja keras dan berinvestasi banyak waktu dan belajar banyak hal , itu adalah pengalaman yang berharga di usia saya yang baru menginjak 20an.

Pada awalnya, saya merasa bingung dan khawatir. Resign dari pekerjaan yang saya geluti adalah keputusan yang berat. Saya bertanya-tanya tentang masa depan, penghasilan, dan stabilitas kehidupan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa ketidakpastian adalah bagian alami dari hidup, dan ada saatnya kita harus menerima ketidakpastian tersebut.

Saya merasa bahwa resign adalah langkah yang harus saya ambil untuk menjalani perjalanan hidup yang lebih sesuai dengan visi dan nilai-nilai saya. Saya ingin mencari peluang yang lebih sesuai dengan passion dan minat saya, meskipun ini berarti harus melepaskan pekerjaan yang nyaman dan mungkin stabil.

Keputusan resign juga memungkinkan saya untuk mengambil kendali atas hidup saya. Saya ingin lebih mandiri dan memiliki lebih banyak waktu untuk mengejar minat pribadi dan kehidupan yang seimbang. Saya ingin mengambil risiko dan menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang saya percayai.



Ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri, saya tahu bahwa ini adalah keputusan berani dan penuh ketidakpastian. Hidup dengan penghasilan yang tidak pasti dan tanpa jaminan keuangan adalah tantangan besar. Namun, saya juga merasa bahwa ini adalah langkah yang perlu saya ambil untuk pertumbuhan pribadi dan profesional saya.

Kisah hidup ini mengajarkan saya bahwa dalam menghadapi ketidakpastian, kita harus berani dan percaya pada diri sendiri. Keberanian untuk mengambil risiko adalah bagian penting dalam mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup. Meskipun keputusan resign adalah langkah yang berat, saya yakin bahwa itu adalah langkah yang akan membawa saya lebih dekat kepada visi hidup yang saya impikan.


Dalam hidup, seringkali saya dihadapkan pada momen-momen ketidakpastian yang bisa menjadi rintangan besar. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan saya, mengajarkan saya banyak hal tentang keberanian, kesabaran, dan ketidakpastian itu sendiri.


Saya berdiri di persimpangan hidup, tanpa jaminan apa pun tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika saya memutuskan untuk bergerak maju, saya tahu bahwa itu adalah langkah besar. Namun, saya juga menyadari bahwa hidup ini tak pernah memberikan jaminan yang mutlak.


Bagi saya, kehidupan adalah seperti perjudian besar yang memerlukan keberanian di dalamnya. Pada awalnya, itu menakutkan. Saya takut bahwa itu akan menguras banyak waktu dan energi diri saya sendiri. Namun, saya juga tahu bahwa tanpa risiko, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana kita bisa pergi.


Dalam perjalanan ini, saya belajar untuk menerima ketidakpastian. Saya tahu bahwa tidak selalu mungkin untuk memiliki semua jawaban. Ada saat-saat ketika kita harus menjalani hidup dengan tekad dan harapan, tanpa kepastian yang pasti.


Saya juga menyadari bahwa, dalam beberapa situasi, saya tidak bisa melibatkan orang lain dalam hidup saya terutama orang yang saya cintai. Ini bukan karena saya tidak ingin berbagi, tetapi karena saya tidak ingin melihat seseorang yang saya cintai menghadapi  atau merasakan hal yang sama seperti saya. Ini adalah pengorbanan yang sulit, tetapi saya yakin bahwa itu adalah tindakan yang benar.


Menghadapi ketidakpastian adalah rintangan besar yang tak pernah berhenti. Ini adalah perjalanan yang membutuhkan banyak kesabaran. Ada banyak proses yang harus dilewati, yang kadang-kadang memerlukan waktu dan energi. Saya belajar untuk menghargai perjalanan ini dan untuk tidak terlalu terburu-buru mencari jawaban.


Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, ketidakpastian adalah bagian alami dari kehidupan. Kita tidak selalu bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Namun, kita bisa memilih untuk menghadapinya dengan keberanian, kesabaran, dan keyakinan bahwa pada akhirnya, kita akan menemukan jalan kita sendiri. Dan terlepas dari apa yang terjadi, kita harus tetap menjaga semangat dan harapan.


Kota Banjar, 30 April 2023



Etubrother
etubrother

Share:

YOUTUBE

Facebook

Arsip Blog

Postingan Populer

My Music