congrats, now walruses make me feel sick. genuinely wish i could unsee this.
berlatar indonesia tahun 30-an, film ini terasa seperti pertarungan panjang antara cinta dan adat. yang membuatku gelisah bukan tragedinya, tapi pertanyaan besarnya: apakah citra dan garis keturunan benar-benar lebih berharga daripada hati yang tulus? adat di sini terasa begitu mutlak sampai kemanusiaan seolah jadi nomor dua. aziz disebut beradat, tapi hidupnya justru jauh dari nilai itu, bahkan cara ia memperlakukan hayati terasa sangat patriarkal. aku ingin mengatakan hayati pantas mendapatkan yang lebih baik, tapi diamnya juga menjadi bagian dari luka…
i genuinely LOVEEE EVERYTHING HEREEE — the early 2000s atmosphere, the racing scenes, the friendship dynamic that actually feels real. letty ortiz stole the movie for me immediately and i get why people love michelle so much. and brian… the reveal that he’s a cop still feels insane. plus the blonde curls flying in the wind?? cinematic perfection honestly.
i could write an essay about my feelings right now but i’m just too sad.
this ending broke me. i’m gonna miss them so much.